{"id":1105,"date":"2026-09-06T18:13:56","date_gmt":"2026-09-06T18:13:56","guid":{"rendered":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/?p=1105"},"modified":"2026-09-06T18:13:56","modified_gmt":"2026-09-06T18:13:56","slug":"resep-dadar-gulung-isi-kelapa-kreasi-kuliner-manis-tradisional-yang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/resep-dadar-gulung-isi-kelapa-kreasi-kuliner-manis-tradisional-yang\/","title":{"rendered":"Resep Dadar Gulung Isi Kelapa: Kreasi Kuliner Manis Tradisional yang"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Dadar Gulung Isi Kelapa: Kreasi Kuliner Manis Tradisional yang Menggugah Selera<\/h1>\n<p>Dadar gulung isi kelapa adalah salah satu kreasi kuliner tradisional Indonesia yang tak asing bagi pecinta jajanan pasar. Teksturnya yang lembut dengan isian kelapa parut manis menjadikannya camilan lezat yang sulit untuk dilupakan. Artikel ini akan membahas secara lengkap resep dadar gulung isi kelapa, dari bahan-bahan yang dibutuhkan hingga langkah-langkah pembuatannya. Bagi Anda yang ingin mencoba membuatnya di rumah, simak panduan berikut yang sudah dioptimalkan untuk SEO dan memudahkan pembaca dalam mengikutinya.<\/p>\n<h2>Apa Itu Dadar Gulung?<\/h2>\n<p>Dadar gulung adalah penganan tradisional Indonesia yang masuk dalam kategori kue basah. Namanya sendiri merujuk pada dua komponen utamanya: &#8220;dadar&#8221; yang berarti pancake tipis dan &#8220;gulung&#8221; yang menggambarkan proses penggulungannya setelah diisi dengan bahan manis. Isian tradisionalnya adalah unti kelapa, campuran kelapa parut dan gula merah, yang memberikan rasa manis dan tekstur kenyal.<\/p>\n<h2>Asal Usul Telur Dadar Gulung<\/h2>\n<p>Dadar gulung memiliki akar sejarah yang dalam di Indonesia, terutama di wilayah Jawa dan Sumatra. Di beberapa daerah, dadar gulung dikenal dengan nama berbeda, tetapi intisari dan cita rasanya tetap sama. Keunikannya terletak pada warna hijau yang khas dan didapat dari daun pandan atau daun suji, yang tidak hanya memberikan warna menarik tetapi juga aroma harum.<\/p>\n<h2>Bahan-Bahan yang Dibutuhkan<\/h2>\n<p>Sebelum memulai proses pembuatan, persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan berikut:<\/p>\n<h3>Bahan Kulit<\/h3>\n<ul>\n<li>150 gram tepung terigu serbaguna<\/li>\n<li>1 butir telur<\/li>\n<li>400 ml santan kental<\/li>\n<li>1\/4 sendok teh garam<\/li>\n<li>1 sendok makan pasta pandan atau jus daun pandan (untuk pewarna alami)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Isian<\/h3>\n<ul>\n<li>200 gram kelapa parut kasar, dari kelapa setengah tua<\/li>\n<li>150 gram gula merah, serut halus<\/li>\n<li>1 lembar daun pandan, simpulkan<\/li>\n<li>Sejumput garam<\/li>\n<li>100 ml air<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Langkah-Langkah Pembuatan<\/h2>\n<h3>1. Membuat Isian Kelapa<\/h3>\n<p>Langkah pertama adalah menyiapkan isian kelapa. Campurkan kelapa parut, gula merah, daun pandan, garam, dan air dalam panci. Masak di atas api sedang sambil diaduk hingga gula meleleh dan tercampur rata dengan kelapa. Masak hingga air menyusut dan isian tidak terlalu basah. Sisihkan dan biarkan dingin.<\/p>\n<h3>2. Membuat Kulit Dadar<\/h3>\n<p>Untuk membuat kulit, campurkan tepung terigu, telur, garam, santan, dan pasta pandan dalam mangkuk besar. Aduk hingga semua bahan tercampur sempurna dan adonan tidak bergerindil. Sebaiknya saring adonan menggunakan saringan halus agar teksturnya lebih lembut.<\/p>\n<p>Panaskan wajan datar anti lengket di atas api kecil. Tuangkan satu sendok sayur adonan ke wajan yang sudah dipanaskan, lalu bentuk menjadi dadar tipis. Masak selama sekitar 1-2 menit atau hingga permukaan kering. Tidak perlu membalik dadar. Angkat dan ulangi hingga adonan habis.<\/p>\n<h3>3. Gulungan Telur Dadar Gulung<\/h3>\n<p>Letakkan satu sendok makan isian kelapa di tengah kulit dadar. Lipat bagian bawah kulit ke atas, kemudian sisi kiri dan kanan dadar ke tengah, lalu gulung hingga menyerupai bentuk lumpia. Pastikan gulungan rapat agar isian tidak tumpah.<\/p>\n<h2>Tips Memasak yang Sukses<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Kegunaan Santan:<\/strong> Gunakan santan kental untuk mendapatkan tekstur kulit yang lembut dan kenyal.<\/li>\n<li><strong>Pemilihan Kelapa:<\/strong> Pilih kelapa setengah tua yang dagingnya tidak terlalu lembek atau keras agar tekstur isian tetap kenyal.<\/li>\n<li><strong>Agar Warna Merata:<\/strong> Jika menggunakan jus pandan, pastikan adonan diaduk secara merata untuk mendapatkan warna hijau yang konsisten.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Variasi Dadar Gulung<\/h2>\n<p>Selain isian kelapa, dadar gulung bisa divariasikan<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Dadar Gulung Isi Kelapa: Kreasi Kuliner Manis Tradisional yang Menggugah Selera Dadar gulung isi kelapa adalah salah satu kreasi kuliner tradisional Indonesia yang tak asing bagi pecinta jajanan pasar. Teksturnya yang lembut dengan isian kelapa parut manis menjadikannya camilan lezat yang sulit untuk dilupakan. Artikel ini akan membahas secara lengkap resep dadar gulung isi<span class=\"post-excerpt-end\">&hellip;<\/span><\/p>\n<p class=\"more-link\"><a href=\"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/resep-dadar-gulung-isi-kelapa-kreasi-kuliner-manis-tradisional-yang\/\" class=\"themebutton\">Read More<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[449],"class_list":["post-1105","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-dadar-gulung-isi-kelapa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1105","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1105"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1105\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1107,"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1105\/revisions\/1107"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1105"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1105"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sambelsetanhajinawi.id\/update\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1105"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}